Suatu kali seorang teman bertanya kepada
saya:
“Lady, ada 2 pilihan untukmu.
1. Menikah
dengan orang yang kau cintai
2. mencintai
orang yang kau nikahi
Mana yang kau pilih?”
Saat itu spontan saya memilih yang kedua:
mencintai orang yang saya nikahi (menikahi saya)
“Kenapa?”
Hhm… iya ya, kenapa?
Sebab jodoh adalah hal yang pasti, meski
masih menjadi misteri bagi orang-orang yang belum menemukannya. Sedangkan
mencintai adalah hal yang berbeda. Mencintai seseorang saat belum ada hak
atasnya, bagaikan menggenggam bara. Jika Allah berkenan menjadikannya
pendamping seumur hidup, maka bara itu akan menjelma menjadi energi untuk
meciptakan kebersamaan yang indah. Tetapi, jika Allah tidak berkenan
mempersatukan, bara itu akan membakar, dan bisa jadi menghanguskan diri
sendiri.
Lebih dari itu, pilihan kedua rasanya
lebih aman dari berbagai penyakit hati, yang bisa jadi mengotori niat suci
menikah karena Allah.
Itu jawaban saya saat itu. Tetapi,
beberapa jenak setelah itu, saya termenung, mencoba berfikir lebih dalam dan
menyelami jauh ke dalam lubuk hati. Lalu, saya pun meneruskan pertanyaan itu ke
temen saya yang lain.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar