Pages

Rabu, 20 Juni 2012

Dinda,, Aku Khan Pergi



Dinda,,,
Aku ingin engkau hadir di sini…
Hadir di tempat ini…
Menemani aku yang sepi…
Menemani jiwa yang mati…
Mengapa…? Saat kau tak disini…

Detak jantung ku kini terhenti…
Denyut nadiku pun berhenti…
Fikiran melayang tinggi…
Bersama hembusan nafas ini…
Aku hanya bisa terdiam…
Tak sanggup ku menahan…

Rasa perih yang menghujam…
Dan rasa takut kehilangan…
Jika,,,memang…
Ini yang terbaik Untukmu,,,
Ini yang terindah Untukmu,,,
Ini yang kau mau…?

Biarkanlah,,,,
Aku lari dari sini,,,
Dari tempat ini…
Dan biarkanlah,,,
Kisah yang indah ini,,,
Berakhir di kehampaan hati…

Senin, 18 Juni 2012

Do'a Dalam Sebuah Isi Hati



Jika hati ini milikmu…

maka akan aku kembalikan…
Jika sayang ini untukmu
maka akan aku berikan…
Dan jika rindu ini terikat padamu…
maka akan aku simpulkan…

Aku rela kamu tak mengenalku…

tapi aku mau kamu mengenal hatiku…
Aku rela kamu jauh dariku…
tapi aku mau kamu dekat di hatiku…
Aku pun rela kamu tidak mendengarkan kata-kataku…
tapi aku pun mau kamu mendengarkan kata isi hatiku…

Kasih…

Jadilah kau seseorang yang rendah hati…
Jadilah kau sesorang yang penyabar…
Dan jadilah kau seseorang yang penyayang…
Rendah hati dalam kelakuan…
Penyabar dalam kepribadian…
Dan penyayang dalam Kehidupan

Sebuah Keraguan



Ragu
bosan dengan yang satu
Ingin sesuatu yang baru
Yang selalu untukku
Yang Selalu mengerti aku

Ingin kurangkul semua
tanpa ada beda diantaranya
Namun hati ini tak kuasa
lebih lama memendam rahasia

yang baru selalu untukku
yang dulu selalu mengerti aku
sungguuh aku ragu
yang mana pilihanku

harus dengan cara apa
ingin aku akhiri semua
ingin satu diantaranya
tetapi takut kecewa yang kurasa

30 Januari Aku Pergi



Aku terdiam di kota suram malam ini
Berharap senyum itu bangkitkan malam sepi
Detak jam guncang tenang hati
Semakin keras menaik darah namun melemah diri

Seiring waktu cahaya temarang tiba temaram
Suara gaduh diam tergantikan uir-uir malam
Aku masih duduk terdiam entah untuk apa
Abaikan rembulan semakin terang bersinar di puncaknya

Hanya bayangku saja berdiri disini
Menunggu di batas akhir rembulan
Tapi tak jua dia hadir di malam ini
Di malam dimana aku pertama menyapa dunia

Aku menjauh di tempat kau janjikan
Melangkah menuju awal hidup baru merubah segala
Tidurlah indah bersama janji mu sayang
Bermimpilah bersama indahnya malam
Aku tak akan bangunkan kala kau bermimpi indah
Dan saat kau terjaga nanti mimpi itu lupakan yang semestinya

Aku masih akan tetap berdiri dan terus melangkah
Walaupun jejak ku tertinggal di tempat kau janjikan

Kamis, 14 Juni 2012

Ketika Bingung Memiih Pasangan


Dalam memilih pasangan hidup, baik bagi laki-laki maupun perempuan keduanya memiliki hak untuk memilih yang paling tepat sebagai pasangannya. Hal itu dikenal dalam Islam yang namanya ‘kufu’ ( layak dan serasi ), dan seorang wali nikah berhak memilihkan jodoh untuk putrinya seseorang yang sekufu, meski makna kufu paling umum dikalangan para ulama adalah seagama.
Namun makna-makna yang lain seperti kecocokan, juga merupakan makna yang tidak bisa dinafikan, dengan demikian PROSES MEMILIH ITU TERJADI PADA PIHAK LAKI-LAKI MAUPUN PEREMPUAN. Disisi lain bahwa memilih pasangan hidup dengan mempertimbangkan berbagai sisinya, asalkan pada pertimbangan-pertimbangan yang wajar serta Islami, merupakan keniscayaan hidup dan representasi kebebasan dari Allah yang Dia karuniakan kepada setiap manusia, termasuk dalam memilih suami atau istri. Aisyah Ra berkata, “Pernikahan hakikatnya adalah penghambaan, maka hendaknya dia melihat dimanakah kehormatannya akan diletakkan”
Rasulullah pun bersabda, “Barang siapa yang menjodohkan kehormatannya dengan orang yang fasik maka dia telah memutus rahimnya” (HR Ibnu Hibban). Nabi juga pernah memberikan pertimbangan kepada seorang sahabiyah yang datang kepadanya seraya minta pertimbangan atas dua orang yang akan melamarnya, lalu Nabi menjawab, “Adapun Muawiyah bin Abi sufyan dia sangat ringan tangan (alias gampang memukul), adapun yang lainnya adalah orang yang fakir tidak memiliki harta yang banyak.” Lalu Nabi menikahkannya dengan Zaid bin Haritsah.
Dan untuk memantapkan pilihan, terutama dari berbagai alternatif sebaiknya melakukan shalat istikhorah baik di tengah malam maupun di awalnya, dan lakukan secara berkali-kali. Jika telah dilakukan berkali-kali maka KEMANTAPAN YANG ADA ITULAH YANG INSYA ALLAH MERUPAKAN PETUNJUK-NYA, DAN ITULAH YANG LEBIH DIIKUTI. Tetapi perlu diingat, bahwa informasi yang dominan pada diri seseorang sering yang lebih berpengaruh terhadap istikhorah, oleh karena itu perlu dilakukan berkali-kali. Dan untuk membedakan apakah itu keputusan yang dominan adalah selera semata atau dominasi istikharah agak sulit, kecuali dengan berkali-kali, sekalipun salah satu tanda bahwa itu adalah petunjuk dari Allah adalah dimudahkannya urusan tersebut, tetapi hal tersebut bukan satu-satunya alamat yang mutlak.